Dinkes Konsel Perkuat Pencegahan HIV, 5.960 Warga Telah Jalani Skrining

Konawe Selatan100 Dilihat

KONAWE SELATAN, HarianSultra.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Konawe Selatan terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian HIV melalui edukasi, skrining, penemuan kasus secara dini, hingga pengobatan dan pendampingan bagi masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Konawe Selatan, Yuyun Nirwana Subair, mengatakan layanan skrining awal HIV tersedia secara gratis di 26 puskesmas yang tersebar di wilayah Konawe Selatan.

Sementara bagi masyarakat yang dinyatakan positif HIV/AIDS, layanan terapi antiretroviral (ARV) secara gratis tersedia di tiga fasilitas kesehatan, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe Selatan, Puskesmas Punggaluku, dan Puskesmas Ranomeeto.

Menurut Yuyun, terapi ARV berfungsi menekan jumlah virus HIV dalam tubuh. Jika dikonsumsi secara disiplin dan teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan, jumlah virus dapat ditekan hingga tidak terdeteksi sehingga risiko penularan melalui hubungan seksual dapat ditekan secara signifikan.

“Karena itu, masyarakat yang memiliki faktor risiko atau membutuhkan pemeriksaan kami imbau untuk tidak takut melakukan skrining. Skrining merupakan langkah penting untuk mengetahui status kesehatan secara dini,” jelas Yuyun.

Ia menambahkan, masyarakat yang memperoleh hasil pemeriksaan yang membutuhkan tindak lanjut akan mendapatkan pelayanan dan pendampingan sesuai prosedur. Kerahasiaan identitas dan hasil pemeriksaan pasien juga menjadi bagian penting dalam pelayanan.

Berdasarkan data capaian hingga September 2026, sebanyak 5.960 orang telah menjalani skrining HIV di Konawe Selatan. Dari jumlah tersebut, ditemukan 17 kasus baru HIV positif sepanjang 2026, sehingga total kumulatif kasus HIV di Konawe Selatan mencapai 96 kasus.

Yuyun menyebut kasus HIV positif di Konawe Selatan dalam data tersebut didominasi faktor risiko hubungan seksual sesama jenis.

Ia menegaskan, pencegahan dan pengendalian HIV membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga dan masyarakat. Edukasi mengenai penularan HIV juga terus dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar.

“HIV menular melalui cairan tubuh tertentu, di antaranya melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik secara bersama, serta dari ibu dengan HIV kepada bayi melalui proses menyusui. Penularan juga dapat terjadi melalui transfusi darah apabila darah yang digunakan tidak melalui proses skrining kesehatan,” ungkapnya.

Sebaliknya, kata Yuyun, HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, duduk bersama maupun makan bersama.

“Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma dan diskriminasi kepada orang dengan HIV. Yang kita lawan adalah virusnya, bukan orangnya,” tegasnya.

Dinkes Konawe Selatan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan, menghindari perilaku yang berisiko terhadap penularan HIV, termasuk berganti-ganti pasangan seksual dan penggunaan narkoba melalui jarum suntik.

Masyarakat juga diminta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia untuk memperoleh informasi, konseling serta pemeriksaan HIV secara tepat.

“Jaga keberlanjutan layanan HIV dan hindari faktor risikonya, demi mewujudkan Konsel SETARA,” pungkas Yuyun.(Marwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *