KONAWE SELATAN, HarianSultra.com – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Tailor Made Training (TMT) Tahun 2026.
Pelatihan yang digelar di Aula Rumah Jabatan Bupati Konsel, Selasa (14/7/2026), tersebut menyasar peningkatan keterampilan perempuan melalui tiga program, yakni pengolahan roti dan kue, daily make up, serta pembuatan cocopeat.
Kegiatan dibuka Ketua TP-PKK Kabupaten Konsel, Nurlita Jaya AS, S.Sos., M.Kes. Ia mengapresiasi sinergi BPVP Kendari dengan Pemkab Konsel melalui DP3A dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan.
Nurlita mengatakan, peningkatan keterampilan perempuan merupakan bagian penting dari upaya membangun kemandirian ekonomi keluarga dan mendukung visi Konsel SETARA, yakni Sehat, Cerdas, dan Sejahtera.
“Melalui pelatihan ini peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga dibekali kemampuan yang dapat menjadi modal untuk membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di Konawe Selatan,” ujar Nurlita.
Menurutnya, tiga jenis pelatihan tersebut memiliki peluang ekonomi yang berbeda. Pengolahan roti dan kue dapat dikembangkan menjadi usaha kuliner, daily make up membuka peluang di sektor jasa kecantikan, sementara pembuatan cocopeat menjadi salah satu bentuk pemanfaatan limbah sabut kelapa yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
Nurlita berharap peserta tidak hanya mengikuti pelatihan hingga selesai, tetapi mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk menciptakan usaha produktif.
Sementara itu, Kepala BPVP Kendari, M.A. Habibi Kadir, S.T., M.M., menjelaskan bahwa TMT merupakan program pelatihan yang dirancang berdasarkan kebutuhan daerah dan potensi masyarakat.
Ia menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sekaligus mendorong lahirnya wirausaha mandiri.
“Kompetensi yang dimiliki peserta nantinya diharapkan menjadi bekal dalam menghadapi persaingan dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri,” kata Habibi.
Di tempat yang sama, Kepala DP3A Konsel, Hj. ST. Hapsa, S.IP., M.Si., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas perempuan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan membuka peluang kerja baru.
Pelatihan TMT 2026 ini diikuti puluhan peserta dari sejumlah kecamatan di Konsel. Para peserta mendapatkan materi teori dan praktik yang dibimbing instruktur BPVP Kendari dengan mengacu pada kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Pemkab Konsel berharap kolaborasi tersebut mampu melahirkan perempuan yang semakin terampil, produktif, dan mandiri secara ekonomi sebagai bagian dari upaya mewujudkan Konsel yang SETARA.(Marwan)













