HarianSultra.com, ANDOOLO – Hamparan sawah seluas 116 hektare di Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, menjadi saksi kebangkitan sektor pertanian Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Pada Jumat (17/04/2026), Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, memimpin langsung Panen Raya Padi Sawah yang dirangkaikan dengan Halal Bi Halal serta Temu Wicara Petani.
Usai panen, kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran penerbangan drone sprayer bantuan dari Kementerian Pertanian, serta penyerahan secara simbolis ratusan mesin pompa air dan bantuan bibit padi kepada petani.
Momentum ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam mempertegas perannya sebagai penopang pangan nasional.
Dalam sambutannya, Irham Kalenggo menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan urat nadi ekonomi daerah, di mana sekitar 73 persen masyarakat Konsel menggantungkan hidup pada budidaya padi.
“Kegiatan hari ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendukung swasembada beras berkelanjutan. Kita tidak hanya ingin mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga terus menjadi pemasok antarwilayah provinsi, sebagaimana keberhasilan kita mengirim 10.000 ton beras ke Sulawesi Utara beberapa bulan lalu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan produktivitas pangan sejalan dengan visi pembangunan Konawe Selatan bertajuk SETARA (Sehat, Cerdas, dan Sejahtera) 2025–2030.
Berdasarkan data, Konawe Selatan saat ini memiliki Luas Baku Sawah (LBS) fungsional sebesar 20.149 hektare. Pada 2025, produksi Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 125.174 ton, dan pada 2026 ditargetkan meningkat menjadi 150.000 ton GKP.
Untuk mencapai target tersebut, Pemda mencanangkan Gerakan Tanam dan Panen Serentak guna meningkatkan Indeks Pertanaman dari IP100 menuju IP200, mempercepat musim tanam, menekan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), serta mengoptimalkan lahan tadah hujan dan irigasi.
Selain padi, sektor perkebunan juga terus didorong melalui program hilirisasi.
Tahun ini, Konsel mendapatkan alokasi pengembangan komoditas kakao seluas 6.000 hektare, kelapa dalam 5.000 hektare, serta pengembangan pala, lada, dan jambu mete.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Taufik, yang menyatakan bahwa langkah Pemkab Konsel selaras dengan program pemerintah pusat dan provinsi dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Bupati juga merinci dukungan konkret pemerintah, di antaranya realisasi cetak sawah baru seluas 1.026 hektare pada 2025 dan target 2.500 hektare pada 2026. Selain itu, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor roda dua dan empat, pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), hingga pemberian kapur pertanian (dolomit) terus digulirkan.
Menariknya, dalam penutup sambutan, Irham mengapresiasi konsep pelaksanaan kegiatan yang digelar langsung di tengah hamparan sawah. Ia melihat potensi kawasan tersebut untuk dikembangkan menjadi destinasi agrowisata sekaligus jogging track bagi masyarakat Andoolo.
“Di sini udaranya segar dan pemandangannya indah. Ini bisa menjadi objek wisata edukasi sekaligus tempat olahraga,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Andoolo, Sutami Silondae, menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki potensi lahan persawahan yang besar dan siap mendukung kebijakan peningkatan produksi pertanian.
Acara ditutup dengan sesi temu wicara, di mana Bupati mendengarkan langsung aspirasi para petani terkait kendala di lapangan. “Tidak boleh ada yang mengeluh kekurangan beras di tanah yang subur ini,” tegasnya.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan suasana hangat Halal Bi Halal yang mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat dalam nuansa bulan Syawal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Konsel Nurlita Jaya, unsur Forkopimda Konsel, perwakilan Kopassus Grup 5, Kepala BRMP Sultra, Kepala Bulog Wilayah Sultra, pimpinan OPD, Kepala BPS Konsel, Ketua KADIN Konsel, Direktur Perumda Wawowonua, serta seluruh kelompok tani se-Kecamatan Andoolo. (Marwan)







