Lapas Kelas IIA Kendari Bekali Warga Binaan Keterampilan Membuat Roti

Kendari65 Dilihat

KENDARI, HarianSultra.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif dan bernilai ekonomi.

Salah satu program yang dikembangkan yakni pelatihan dan produksi roti yang melibatkan warga binaan secara langsung, mulai dari menyiapkan bahan hingga mengemas produk untuk dipasarkan.

Program pembinaan kemandirian tersebut telah berjalan sejak 2023. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan dalam pengolahan pangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenai proses produksi dan pemasaran sebuah produk.

Dalam proses pembuatan roti, warga binaan mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari menyiapkan bahan, membuat dan mengolah adonan, membentuk roti, memanggang hingga mengemas produk.

Keterlibatan dalam setiap tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menanamkan ketelitian, kedisiplinan, kebersihan serta tanggung jawab.

Hasil produksi tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas pembinaan. Roti yang dihasilkan juga dipasarkan dan dijual, sehingga warga binaan mendapat pengalaman mengenai bagaimana menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.

Kepala Lapas Kelas IIA Kendari, Mukhtar, Bc. IP., S.Ag., M.H., mengatakan, pembinaan kemandirian merupakan bagian dari upaya memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

“Pembinaan kemandirian ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memberikan keterampilan yang dapat bermanfaat bagi warga binaan. Melalui kegiatan pembuatan roti, mereka tidak hanya belajar proses produksi, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam menghasilkan dan memasarkan produk,” katanya.

Menurutnya, keterampilan tersebut diharapkan dapat dikembangkan oleh warga binaan setelah menjalani masa pembinaan.

“Kami berharap keterampilan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat, sehingga mereka memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Kendari, Atmaja, S.H., mengatakan, kegiatan pembuatan roti memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung.

“Bagi warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut, pembuatan roti menjadi pengalaman baru yang memberikan kesempatan untuk mempelajari keterampilan secara langsung. Selain menjalankan aktivitas yang produktif, mereka juga dapat melihat secara langsung proses sebuah produk dibuat hingga siap dipasarkan,” jelasnya.

Salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut, Abustang, mengaku mendapat banyak pengalaman baru selama mengikuti proses pembuatan roti.

“Kalau saya sebelumnya memang belum pernah membuat roti dan tidak tahu prosesnya seperti apa. Setelah ikut kegiatan ini, saya diajarkan mulai dari menyiapkan bahan, membuat adonan, membentuk sampai memanggang dan mengemas,” tuturnya.

Abustang mengaku senang karena selain memperoleh keterampilan baru, dirinya juga dapat belajar membuat produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Roti yang kami buat ini juga dijual, jadi kami bisa belajar membuat sesuatu yang punya nilai. Mudah-mudahan setelah kembali ke masyarakat, keterampilan ini bisa saya manfaatkan untuk menambah penghasilan,” katanya.

Kegiatan pembuatan roti menjadi salah satu bentuk pembinaan yang memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan. Selain keterampilan teknis, mereka juga dibiasakan bekerja secara teratur, menjaga kualitas produk serta bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan.

Program yang telah berjalan sejak 2023 tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Kendari memberikan ruang kepada warga binaan untuk mengembangkan potensi dan keterampilan selama menjalani masa pembinaan.

Melalui pembinaan kemandirian yang dilakukan secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Kendari berupaya mengisi masa pembinaan dengan kegiatan produktif yang memiliki manfaat dan dapat menjadi bekal bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.(Marwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *