HarianSultra.com, KONAWE SELATAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) memperingati ASEAN Dengue Day (ADD) Tahun 2026 dengan melaksanakan Gerakan Aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara serentak di seluruh wilayah kerja 26 puskesmas se-Konawe Selatan, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang melibatkan berbagai lintas sektor tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) sekaligus mendukung tema ASEAN Dengue Day 2026, yakni “Indonesia Menuju Nol Kematian Akibat Dengue”.

Kadis Kesehatan, Nurlita Jaya AS S Sos M Kes melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Konawe Selatan, Yuyun Nirwana Subair, SKM., M.Kes, mengatakan bahwa peringatan ASEAN Dengue Day menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit dengue serta pentingnya peran bersama dalam melakukan pencegahan.
“Peringatan ASEAN Dengue Day tahun ini kami laksanakan melalui Gerakan Aksi PSN 3M Plus secara serentak di seluruh wilayah kerja 26 puskesmas. Kegiatan ini melibatkan lintas sektor dan masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama dalam mencegah serta mengendalikan penyebaran DBD di Konawe Selatan,” ujar Yuyun.

Ia menjelaskan, dengue masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Selain dapat menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB), penyakit ini juga berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat.
Berdasarkan data nasional, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 170.789 kasus dengue terkonfirmasi dengan 703 kematian di Indonesia. Sementara hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat 14.653 kasus infeksi dengue dengan 46 kasus kematian yang dilaporkan dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Yuyun, salah satu langkah paling efektif dalam mencegah penularan dengue adalah dengan melaksanakan PSN 3M Plus secara rutin, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta berbagai upaya pencegahan tambahan lainnya.
“Keberhasilan pengendalian dengue tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” katanya.
Melalui peringatan ASEAN Dengue Day 2026, Dinas Kesehatan Konawe Selatan berharap kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini, pencegahan, dan pengendalian dengue semakin meningkat sehingga target nasional menuju nol kematian akibat dengue dapat terwujud.
Kegiatan yang berlangsung serentak di seluruh puskesmas tersebut juga diisi dengan edukasi kesehatan, sosialisasi pencegahan DBD, serta aksi pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan masyarakat sebagai bentuk nyata gerakan hidup sehat dan kepedulian terhadap ancaman dengue.(Marwan)











