HarianSultra.com, KONAWE SELATAN – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Mutakhir Hidayat, melakukan uji fisik dan uji fungsi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kompleks Perkantoran pada Selasa (20/1/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan air yang dihasilkan dari fasilitas tersebut benar-benar layak pakai sebelum dioperasikan secara penuh bagi perkantoran dan masyarakat sekitar.
Dalam pengujian ini, Dinas PU Konsel menggandeng langsung Kepala Laboratorium PDAM Kota Kendari, Anita Wardiati, ST. Kehadiran tim ahli ini bertujuan untuk mengukur penggunaan bahan kimia berupa tawas dan kaporit agar sesuai dengan standar kesehatan.

Anita Wardiati menjelaskan bahwa fokus utama pengujian hari ini adalah mencari “dosis optimum” dari campuran bahan kimia yang digunakan.
“Kita gunakan tawas untuk menjernihkan air dan kaporit untuk membunuh bakteri. Kami sedang menguji campuran dengan kadar 2,5 persen untuk mendapatkan dosis optimumnya. Jika dosis ini sudah didapat dan diterapkan sesuai kaidah yang ada, maka air tersebut pasti aman karena standar ini pula yang digunakan PDAM selama ini,” jelas Anita.
Lebih lanjut, Anita menambahkan bahwa air baku yang bersumber dari sungai tersebut sebenarnya sudah memenuhi standar Kementerian Kesehatan. Namun, intervensi kimia diperlukan untuk menurunkan kadar BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) melalui proses penjernihan yang tepat.

Mutakhir Hidayat menegaskan bahwa meski secara kasat mata air sudah terlihat jernih, kepastian laboratorium tetap menjadi prioritas.
“Kami ingin ada kepastian teknis dari ahlinya sebelum dimanfaatkan secara luas,” ujarnya.
Mutakhir Hidayat menjelaskan Fasilitas SPAM ini memiliki debit 2 liter per detik yang secara teknis mampu melayani hingga 500 Sambungan Rumah (SR). Namun, untuk tahap awal, fokus layanan akan diarahkan ke 100 titik di area perkantoran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kantor Bupati. Rencana perluasan akan menyasar Rumah Jabatan (Rujab) Bupati hingga masyarakat sekitar jika debit air memadai.
Pembangunan SPAM Kompleks ini dilakukan dalam dua tahap dengan total anggaran Rp2,8 miliar. Kabid Cipta Karya Dinas PU Konsel, Sapriadi, merinci bahwa tahap pertama (Rp1,8 M) difokuskan pada instalasi pengelolaan air (IPA) dan jaringan pipa, sementara tahap kedua (Rp1 M) dilakukan secara swakelola untuk pembangunan struktur pelengkap seperti
pembuatan talut struktur, rabat, rumah jaga, penambahan KWH dari 6600 menjadi 16500, pembangunan penyaring air dari kali, dan saluran pembuangan lumpur.
Sayangnya, Mutakhir juga menyoroti masalah pencurian material di lokasi proyek.
“Banyak barang yang dicuri, seperti besi, tangga-tangga yang digergaji. Oleh karena itu, tahap ketiga nanti kami akan fokus pada pengamanan anggaran untuk fasilitas vital ini,” pungkasnya.
SPAM Kompleks Perkantoran ini direncanakan mulai beroperasi penuh pada akhir bulan Januari 2026.(Marwan)













