Kakanwil Ditjenpas Sultra Tinjau Ketahanan Pangan Lapas Kendari, Kangkung 50 Kg Dipanen

Kendari17 Dilihat

KENDARI, HarianSultra.com – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Sulawesi Tenggara (Sultra) Sulardi Bc.IP.,SH meninjau langsung program ketahanan pangan yang dikembangkan Lapas Kelas IIA Kendari, Jumat (11/9/2026).

Program ketahanan pangan tersebut dikelola melalui Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Kendari dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam berbagai kegiatan budidaya tanaman.

Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil melihat langsung sejumlah komoditas yang dikembangkan, mulai dari budidaya hidroponik, kangkung, pepaya hingga cabai.

Kakanwil juga menyaksikan langsung proses panen kangkung yang menghasilkan sekitar 50 kilogram. Hasil panen tersebut kemudian disalurkan melalui vendor untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan di Lapas Kelas IIA Kendari.

“Kita lihat bersama, ini adalah selada air. Alhamdulillah, dalam waktu satu minggu sudah bisa panen. Di samping itu, tadi kita juga sudah panen kangkung kurang lebih 50 kilogram yang kami drop ke vendor untuk bahan makanan di Lapas itu sendiri,” ujar Sulardi.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berjalan secara berkesinambungan dan tidak hanya berfokus pada satu jenis tanaman.

“Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlangsung dan berkesinambungan. Bukan hanya selada, tetapi sawi dan lain sebagainya,” katanya.

Kakanwil juga meminta jajaran Lapas Kelas IIA Kendari untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan agar semakin produktif dan memberikan manfaat bagi WBP.

“Pak Kalapas, terus dikembangkan program ketahanan pangannya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Mukhtar Bc.IP., S.Ag.,MH Kendari menyampaikan bahwa program ketahanan pangan tersebut merupakan bagian dari kegiatan kerja yang diarahkan untuk memberikan keterampilan dan pengalaman kepada WBP.

Melalui kegiatan tersebut, WBP tidak hanya dilibatkan dalam proses budidaya tanaman, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam mengelola kegiatan produktif, mulai dari proses penanaman hingga pemanenan.

Pihak Lapas Kelas IIA Kendari juga berkomitmen untuk terus mengembangkan lahan produktif dengan menambah jenis komoditas yang dibudidayakan, termasuk tanaman hortikultura yang memiliki masa panen relatif singkat.

Pengembangan program tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan pangan di lingkungan Lapas sekaligus menjadi bekal keterampilan bagi WBP selama menjalani masa pembinaan.

Dengan keterlibatan aktif WBP dalam kegiatan pertanian dan budidaya, program ketahanan pangan di Lapas Kelas IIA Kendari diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan hasil yang lebih optimal ke depan.(Marwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *