HarianSultra.com, KENDARI – Kembalinya Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D. ke lingkungan akademik Universitas Halu Oleo (UHO) disebut sebagai bagian dari komitmen pribadinya untuk melanjutkan pengabdian di dunia pendidikan tinggi dan memperkuat kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Asrun Lio mengawali karier akademiknya sebagai dosen di Universitas Halu Oleo sejak tahun 1993. Selama mengabdi di kampus hijau tersebut, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari Kepala UPT Bahasa, Kepala Pusat Studi, Kepala Sekretariat Rektor, Sekretaris Dewan Kehormatan dan Kode Etik, hingga Sekretaris Senat Universitas.
Pengalaman panjang tersebut menunjukkan keterlibatannya yang erat dalam tata kelola akademik dan pengembangan institusi pendidikan tinggi.
Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Asrun Lio menjelaskan bahwa setiap pegawai memiliki pilihan jalur karier, baik struktural yang berorientasi pada kepemimpinan organisasi maupun fungsional yang berfokus pada kompetensi dan keahlian profesi. Regulasi yang berlaku juga memberikan ruang bagi ASN untuk berpindah jalur karier sesuai kebutuhan organisasi dan kompetensi yang dimiliki.
Sebagai akademisi, Asrun Lio mengaku memiliki cita-cita untuk mencapai jenjang Guru Besar sekaligus terus berkontribusi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Keputusan kembali ke kampus murni didasarkan pada panggilan profesional dan akademik, serta keinginan untuk kembali aktif menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.
Dalam perjalanan kariernya, Asrun Lio menegaskan dirinya tidak pernah secara khusus mengejar jabatan. Berbagai posisi yang pernah diemban, baik di lingkungan kampus maupun pemerintahan, dijalani sebagai amanah dan bentuk pengabdian.
Karier birokrasi yang dijalaninya dimulai sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, kemudian menjadi kepala dinas definitif, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah, Penjabat Sekretaris Daerah, hingga dipercaya menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara secara definitif.
Menurutnya, seluruh proses tersebut merupakan rangkaian pengabdian yang dijalani secara konsisten, bukan sesuatu yang direncanakan untuk mengejar posisi tertentu.
Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang terkait kepulangannya ke kampus yang bertepatan dengan momentum pemilihan rektor, Asrun Lio menyampaikan apresiasi atas perhatian publik. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak berkaitan dengan dinamika politik kampus.
“Ke kampus berarti kembali ke habitat awal, bukan manuver baru,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan ruang kepada para calon yang telah mempersiapkan diri dalam proses pemilihan pimpinan universitas, serta menjaga hubungan baik, kebersamaan, dan etika akademik di lingkungan kampus.
Pada tahap ini, Asrun Lio menyatakan fokus utamanya adalah memperkuat kapasitas keilmuan dan mencapai jenjang Guru Besar sebagai puncak karier akademik seorang dosen. Ia juga menghormati sepenuhnya mekanisme dan ketentuan yang berlaku dalam proses pemilihan pimpinan Universitas Halu Oleo.
Asrun Lio berharap seluruh sivitas akademika dapat terus menjaga suasana yang kondusif, kolaboratif, dan saling menghargai demi kemajuan institusi.
“Harapan besar saya, kembalinya ke kampus ini dapat menjadi bagian dari penguatan kualitas pendidikan tinggi serta kontribusi nyata bagi daerah,” tutupnya.(Marwan)












