Angkat Wastra Tawanggowuna dan Ambahisara, Ketua Dekranasda Konsel Tampil Memukau di Kriyanusa 2026

Berita15 Dilihat

Harian Sultra.com, JAKARTA — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya, S.Sos., M.Kes., sukses membawa identitas budaya daerahnya dalam ajang Parade Peragaan Busana pada pameran Kriyanusa 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Panggung Utama Hall B, Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

Parade peragaan busana ini merupakan bagian dari Pameran Kerajinan Nusantara Kriyanusa 2026 yang mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Ajang bergengsi tingkat nasional ini diikuti oleh peserta dari 95 kabupaten/kota yang menampilkan kekayaan wastra, kerajinan, dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Untuk Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), terdapat tiga daerah yang turut berpartisipasi, yakni Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Kabupaten Bombana, dan Kota Baubau.

Dalam ajang tersebut, Nurlita Jaya tampil memukau mengenakan busana yang mengangkat wastra khas Konawe Selatan, yaitu Motif Tenun Tawanggowuna dan Ambahisara. Penggunaan kedua motif ini menjadi representasi kuat dalam memperkenalkan karakter serta kekayaan budaya Konawe Selatan di panggung nasional.

Ketua Dekranasda Konsel, Nurlita Jaya, menyampaikan rasa bangga dan harapannya atas keikutsertaan Konawe Selatan dalam pameran bergengsi ini.

“Keikutsertaan kami di Kriyanusa 2026 merupakan wujud komitmen Dekranasda Konawe Selatan untuk mengangkat potensi wastra lokal ke tingkat nasional. Motif Tawanggowuna dan Ambahisara bukan sekadar kain, melainkan warisan leluhur yang sarat akan makna sejarah dan keindahan,” ujar Nurlita Jaya.

Ia menambahkan bahwa ajang ini juga diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin lokal di Konawe Selatan.

“Melalui panggung nasional ini, kami ingin membuktikan bahwa karya para perajin lokal Konawe Selatan memiliki kualitas yang luar biasa dan berdaya saing tinggi. Kami berharap hasil kriya ini semakin dikenal luas serta memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Partisipasi ini menjadi momentum strategis bagi Dekranasda Konawe Selatan untuk terus mempromosikan produk kerajinan lokal dan wastra unggulan daerah, sejalan dengan upaya mendukung kemajuan para perajin lokal agar kian mandiri dan mendunia.(Marwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *