Harian Sultra.com, KENDARI –Ketegangan di area penjemputan Bandara Halu Oleo memicu reaksi keras dari komunitas pengemudi transportasi online di Kota Kendari.
Para driver kini menuntut kejelasan regulasi dan perlindungan hukum menyusul maraknya dugaan intimidasi serta pemberlakuan denda “siluman” yang mencapai angka Rp1 juta.
Persoalan ini memuncak setelah sejumlah pengemudi melaporkan adanya tindakan represif oleh oknum tertentu saat mereka hendak menjemput penumpang, bahkan terhadap kendaraan pribadi yang hanya memiliki stiker aplikasi namun sedang tidak beroperasi.
Berdasarkan aspirasi yang berkembang, berikut adalah tiga tuntutan utama yang didesak oleh para pengemudi:
1. Hentikan Denda Tanpa Dasar Hukum: Para driver menuntut transparansi terkait dasar aturan denda. Mereka menolak keras pungutan hingga Rp1 juta yang dinilai tidak rasional dan tidak memiliki landasan hukum yang sah (Perda atau aturan resmi Bandara).
2. Jaminan Keamanan dan Penghentian Intimidasi: Driver mendesak pihak keamanan bandara dan Lanud Halu Oleo untuk menindak tegas oknum yang melakukan pengancaman fisik maupun pengusiran paksa, terutama bagi kendaraan pribadi yang hanya menjemput keluarga.
3. Ruang Mediasi dan Titik Jemput Resmi: Driver meminta pihak aplikator (Grab/Maxim), pengelola Bandara, dan Lanud untuk duduk bersama. Mereka menuntut adanya SOP (Standard Operating Procedure) yang jelas mengenai area penjemputan penumpang agar tidak terjadi gesekan dengan transportasi lokal lainnya.
”Kami ini hanya mencari nafkah, bukan kriminal. Kalau memang dilarang, mana aturan tertulisnya? Kalau harus bayar, mana kuitansi resminya? Jangan kami diintimidasi seperti ini,” ujar salah satu driver yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Menanggapi tekanan tersebut, Humas Bandara Halu Oleo, Nurlansyah, menyatakan bahwa urusan transportasi darat di wilayah tersebut berada di bawah wewenang Lanud.
Sementara itu, Lettu Sus M Yusuf selaku Kapen Lanud Halu Oleo menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia mengakui adanya kekurangan dalam pelayanan dan berjanji akan melakukan perbaikan manajemen transportasi di area bandara agar lebih mempermudah masyarakat di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, komunitas driver online masih menunggu undangan mediasi resmi dari pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan benang kusut operasional di Bandara Halu Oleo.(Red/Marwan)













