HarianSultra.com, KENDARI – Pengurus Forum Komunikasi OSIS (FKO) SMA dan SMK se-Kota Kendari periode 2025–2026 menggelar Rapat Kerja (Raker) di kawasan wisata Toronipa, Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Kolaborasi sebagai Wadah Konsolidasi Ide dan Aksi Nyata Menuju Kepemimpinan Pelajar yang Progresif dan Bertanggungjawab.”
Raker tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Prof. Dr. Aris Badara, S.Pd., M.Hum., Komandan Densus 88 Sultra, Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, para kepala sekolah se-Kota Kendari, pembina OSIS, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, serta seluruh pengurus FKO.
Ketua Panitia Raker FKO, Resky Madina Al Munawarah, dalam laporannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra serta seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik.
Resky menjelaskan, tema yang diangkat menjadi landasan bagi pengurus OSIS untuk memperkuat kolaborasi, menyatukan gagasan, serta mewujudkan aksi nyata dalam membentuk kepemimpinan pelajar yang aktif, visioner, dan berintegritas.
“Melalui kegiatan FKO ini, diharapkan terjalin komunikasi yang baik antar sekolah, meningkatnya kerja sama lintas OSIS, serta lahirnya ide dan program yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat,” harap Resky yang juga siswi SMA Negeri 2 Kendari.
Sementara itu, Ketua FKO Kota Kendari, Muhammad Takmirulhaq Jayani, dalam sambutannya menegaskan bahwa rapat kerja ini merupakan momentum penting untuk menentukan arah organisasi OSIS ke depan.
“Program kerja yang kita rumuskan hari ini akan menentukan OSIS ke mana akan melangkah. Apakah masih seperti sebelumnya atau berubah di tangan kita. Kita memiliki tanggung jawab besar dan hak suara untuk menentukan arah tersebut,” tegas ketua FKO yang merupakan siswa SMAN 4 Kendari.
Ia berharap hasil rapat kerja tidak hanya menjadi dokumen administratif yang tersimpan di sekretariat, tetapi benar-benar menjadi pedoman pelaksanaan program yang berdampak nyata bagi OSIS se-Kota Kendari.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Prof. Dr. Aris Badara,
dalam sambutannya menekankan pentingnya FKO sebagai wadah kolaborasi dan konsolidasi, seraya mengapresiasi para kepala sekolah se-Kota Kendari yang menjadi inisiator kegiatan tersebut.
Menurutnya, ini merupakan sumbangsih nyata dalam membina dan menggali potensi siswa di Sulawesi Tenggara, khususnya dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan digitalisasi.
“Perkembangan digital adalah pisau bermata dua. Bisa bermanfaat, tetapi juga bisa menjadi ancaman. Ini menjadi salah satu fokus program kerja FKO ke depan, bagaimana kita meminimalisasi dan mengantisipasi dampak negatifnya,” ujarnya.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara ini dalam arahannya berharap rapat kerja tersebut tidak berhenti pada perencanaan semata, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan secara kolaboratif.
“Raker ini jangan hanya menjadi dokumen. Harus jelas kapan dilaksanakan, apa output-nya, dan bisa berkolaborasi dengan pihak kepolisian, kepala sekolah, serta seluruh pihak terkait,” katanya.
Prof. Aris juga menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra akan menyiapkan sekretariat khusus bagi pengurus FKO sebagai ruang konsolidasi dan diskusi program.
Ia berharap para kepala sekolah terus memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan FKO.
“FKO ini akan menjadi wadah konsolidasi dan kolaborasi yang baik. Pengurus FKO juga bisa menjadi inspirator bagi teman-temannya. Bahkan ke depan, FKO Kota Kendari bisa menjadi patron pembentukan FKO di 17 kabupaten/kota se-Sultra,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Diknas Sultra akan menjembatani FKO dengan para pemangku kepentingan serta memfasilitasi sekretariat agar program kerja pengurus FKO periode 2025–2026 dapat berjalan optimal.
“FKO se-Kota Kendari akan menjadi contoh. Ke depan kita akan merancang pembentukan FKO di 17 kabupaten/kota lainnya agar bisa berkolaborasi secara lebih luas,” pungkas Prof. Aris.(Marwan)













