HarianSultra.com, KONAWE SELATAN – Program Percetakan Sawah di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, kini tengah menjadi pusat perhatian. Proyek yang berlokasi di Desa Lebo Jaya dan Desa Lambusa tersebut menuai kritik dari masyarakat setempat atas dugaan ketidaksesuaian pengerjaan di lapangan.
Warga menduga bahwa aktivitas cetak sawah dilakukan di atas lahan yang sebelumnya sudah berstatus sawah produktif. Selain itu, penggunaan alat berat dalam proyek ini dikeluhkan telah merusak fasilitas irigasi dan drainase milik warga.
Menanggapi keluhan tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Percetakan Sawah Konsel, Haruddin Amir, memberikan pernyataan tegas. Ia menjamin akan melakukan verifikasi ketat sebelum melakukan pembayaran kepada pihak kontraktor.
“Kami akan cek dan buktikan pada saat PHO (Provisional Hand Over) dan opname. Jika terbukti pekerjaan dilakukan di atas lahan sawah lama, kami tidak akan membayar pihak penyedia,” tegas Haruddin yang juga menjabat Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Konsel saat dikonfirmasi media ini melalui telepon selularnya, Rabu, (7/1/2026).
Terkait kerusakan infrastruktur, Haruddin mengaku telah berkomunikasi dengan pihak pelaksana untuk segera melakukan perbaikan.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Annajah Tri Celebes ini diketahui gagal rampung sesuai kontrak awal (13 Oktober – 28 Desember 2025). Saat ini, kontraktor tengah menjalankan mekanisme RPATA (Rencana Pemberian Kesempatan).
“Penyedia diberikan waktu tambahan maksimal 90 hari kerja, namun tetap dikenakan denda keterlambatan dan perpanjangan jaminan. Jika tetap tidak tuntas, kami akan putus kontrak dan masukkan perusahaan tersebut ke daftar hitam (blacklist),” tambah Harudin.
Sebagai informasi, total target cetak sawah di Konawe Selatan mencapai 1.100 hektare di 10 kecamatan, di mana Kecamatan Konda mendapatkan kuota terbesar yakni sekitar 400 hektare.
Di sisi lain, perwakilan PT Annajah Tri Celebes, Sapril Munandar, membantah tudingan pengerjaan di lahan sawah lama. Menurutnya, seluruh titik kerja sudah sesuai dengan poligon perencanaan dari pemerintah pusat dan tidak termasuk dalam Lahan Baku Sawah (LBS).
“Setahu saya tidak ada sawah lama. Namun, jika masyarakat memiliki bukti, silakan ditunjukkan. Kami siap turun bersama ke lapangan untuk evaluasi,” ujar Sapril.
Mengenai progres fisik, Sapril mengklaim pekerjaan telah mencapai 90 persen dan ditargetkan rampung dalam dua minggu kedepan. Ia berjanji akan memperbaiki drainase yang rusak dan menjelaskan bahwa keterlambatan pengerjaan murni disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem di akhir tahun.
Ia pun berharap masyarakat dapat saling mendukung dan pemilik lahan bersiaga di lokasi saat pekerjaan berlangsung.
“Agar jika ada bagian lahan yang tidak boleh dikerjakan, bisa langsung diingatkan,” pungkasnya.(Marwan)













