Keluarga Besar Almarhumah Agista Aryani Ali Mazi Minta Do’a Masyarakat Sultra

HarianSultra.com, Kendari, Sultra – Wafatnya Ibu Agista Aryani Ali Mazi, istri Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Bapak Ali Mazi pada Selasa, (13/7/2021), tentu menjadi kabar duka bagi keluarga besar Almarhumah.

Duka cita juga turut dirasakan seluruh masyarakat Sultra karena kehilangan sosok panutan, wanita tangguh, memiliki jiwa kemanusiaan tinggi,  serta diketahui sangat aktif pada kegiatan – kegiatan sosial dengan turun langsung menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak vandemi Covid-19.

Mewakili keluarga besar HAli Mazi SH, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Asrun Lio  meminta permohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Sultra jika selama hayat ibu Agista Ariyani Ali Mazi terdapat hal yang kurang berkenan di hati kiranya dapat dibukakan pintu maaf sebagai jalan dilapangkan perjalanannya menghadap sang illahi.

Asrun Lio cerita, semasa hidup Almarhumah dikenal sebagai pribadi yang baik, ceria, tegar dan tabah dalam mendampingi keluarga baik sebagai istri dan ibu. Namun demikian sebagai manusia biasa tentu tak luput dari kehilafan dan kesalahan.

“Dalam interaksi baik kepada teman, sahabat, mitra, maupun dalam mengemban tugas pada suatu jabatan dalam organisasi sebelum wafat tentu tak luput dari kehilafan baik disengaja maupun tidak sengaja. Sehingga sekali lagi atas nama keluarga besar yang ditinggalkan memohon agar almarhumah dibukakan pintu maaf,” pinta Asrun Lio kepada seluruh masyarakat Sultra.

Jebolan salah satu Universitas Ternama di Australia ini  mengatakan Agista Ariyani dikenal sebagai sosok wanita yang sangat aktif dan interaktif baik di dunia sosial secara nyata maupun di media sosial lainnya. Semua itu ditujukan tak lain sebagai bentuk respon kepekaan, kepedulian beliau dalam melakukan komunikasi sosial, baik yang berkenan dengan pribadi maupun tugas pada jabatan yang dipimpinnya.

“Masyarakat Sultra khususnya yang aktif mengikuti aktivitas sosial melalui medsos dapat melihat sewaktu-waktu keberadaan dan aktivitas beliau, baik di pelosok Desa maupun dalam rangka tugas organisasi maupun tugas mendampingi suami di dalam hingga diluar daerah,” ucapnya.

Di saat Negara Indonesia dilanda pandemi Covid-19 awal tahun 2020, seluruh masyarakat Indonesia harus patuh padah protokol kesehatan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Seluruh aktivitas perjalanan dan tugas-tugas, masyarakat harus taat prokes. Tanpa terkecuali Ibu Agista Aryani Ali Mazi, dalam setiap aktivitasnya taat pada protap dan prokes.

“Tapi kegemarannya untuk berinteraksi dengan masyarakat meskipun taat pada prokes pun tak dapat mengendalikan takdir yang telah ditentukan oleh Sang Pemilik Hidup Allah SWT,” kata Asrun Lio.

Sebelum wafat, kata Asrun Lio, Ibu Agista Aryani Ali Mazi terus menampakan wajah ceria dan tegar meskipun kondisi fisik mulai melemah yang pada akhirnya jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit.

“Mengetahui kondisi fisiknya menurun dan merasa sakit, dengan permintaan sendiri beliau ingin memisahkan diri dari keluarga untuk dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

“Paska dirawat dirumah sakit, beredar berita tentang Ibu Agista yang terserang Covid-19,” tambahnya.

Tak berselang lama, sambung dia, kembali beredar berita sanggahan jika berita yang memuat ibu Agista Ariyani terpapar Corona itu tidak sepenuhnya berasal dari pihak keluarga Almarhumah.

“Maka melalui kesempatan ini, perkenankan atas nama keluarga besar Almarhumah Agista Aryani Ali Mazi, menyampaikan bahwa berita yang dimuat beberapa media online itu tidak resmi sebab saat itu tidak ada pernyataan resmi dari keluarga tentang sakit yang diderita oleh Almarhum,” katanya Asrun.

“Ini juga atas pertimbangan Almarhumah yang tidak ingin menimbulkan kekuatiran masyarakat yang berlebihan. Ia (Agista Ariyani) sendiri yang tidak ingin merisaukan keluarga dan masyarakat yang menghubungkan pernyakit beliau dengan adanya pandemi Covid-19 di Sulawesi Tenggara,” tambahnya.

Akhirnya, kata Arun Lio,  pada hari yang sedianya menjadi momen bahagia menjelang Hari Ulang Tahun Pernikahan Ibu Agista Aryani Ali Mazi dan Bapak Ali Mazi, yang ke-20 Tahun (18 Juli 2020-18 Juli 2021), kembali kami menghaturkan permohonan maaf atas segala salah dan khilaf Almarhumah kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya dan seluruh kerabat handaitolan dan mitra-mitra di Indonesia umumnya, serta tak lupa menghaturkan ucapan terimakasih yang tak terhingga atas doa tulus dan perkenaan maaf kepada Almarhumah Ibu Agista Aryani Ali Mazi.

Reporter: Marwan Toasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *