Dinkes Konsel Klarifikasi Video Viral Rujukan Pasien di Laonti: Layanan Medis Optimal, Kendala di Infrastruktur

Konawe Selatan135 Dilihat

HarianSultra.com, KONAWE SELATAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) memberikan klarifikasi resmi terkait video viral yang beredar di media sosial mengenai proses rujukan pasien di Kecamatan Laonti.

Pemerintah memastikan bahwa penanganan medis telah berjalan sesuai prosedur standar (SOP), sementara tantangan yang terlihat dalam video murni disebabkan oleh faktor geografis dan infrastruktur wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Konawe Selatan, Nurlita Jaya, menegaskan bahwa pasien yang merupakan korban kecelakaan tersebut telah dievakuasi dengan cepat dan kini tengah menjalani perawatan lanjutan.

“Pasien segera dirujuk pada malam kejadian sesuai prosedur. Alhamdulillah, pasien sudah tiba di RSUD Bahteramas dan memperoleh penanganan medis secara optimal,” ujar Nurlita, Sabtu (21/2/2026).

Ia menambahkan, setelah dilakukan koordinasi di lapangan, inti permasalahan dalam video tersebut bukanlah pada mutu pelayanan kesehatan, melainkan pada terbatasnya akses jalan, penerangan, serta fasilitas pelabuhan di wilayah tersebut.

Kepala Puskesmas Laonti, Hardin, memaparkan realita tantangan yang dihadapi petugas medis saat merujuk pasien dari wilayah kepulauan. Proses tersebut melibatkan koordinasi transportasi yang berlapis.

Tahap 1: Pasien dibawa menggunakan ambulans darat menuju Pelabuhan Laonti.

Tahap 2: Pasien diseberangkan menggunakan kapal fiber khusus rujukan.

Tahap 3: Setibanya di Pelabuhan Moramo, ambulans bantuan Gubernur Sultra sudah siap menjemput untuk menuju rumah sakit di Kendari.

“Meskipun fasilitas kapal sederhana, namun tetap memadai untuk menunjang keselamatan pasien,” jelas Hardin. Ia juga telah menjalin komunikasi dengan keluarga pembuat video, yang menyatakan bahwa konten tersebut dibuat bukan untuk menyudutkan nakes, melainkan sebagai aspirasi agar perbaikan jalan dan lampu jalan di Laonti segera diprioritaskan.

Merespons kendala tersebut, Plt. Kadis PUPR Konsel, Mutahir Hidayat, mengakui bahwa aksesibilitas menuju Laonti masih dalam tahap pengembangan. Saat ini, jalur darat sudah terbuka namun baru bisa dilalui kendaraan jenis 4×4.

Pemerintah daerah telah menyusun langkah konkret untuk meningkatkan konektivitas di Laonti:

Kelistrikan: Pemasangan tiang listrik oleh Kementerian ESDM sedang berjalan.

Drainase: Anggaran APBD 2026 telah dialokasikan untuk proyek drainase menuju Tambolosu.

Perbaikan Jalan: Mengupayakan dana CSR dari dunia usaha dan mengusulkan Dana Inpres Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) ke Kementerian PU.

“Kami terus berupaya membuka isolasi wilayah di tengah keterbatasan anggaran demi meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah terpencil,” tutup Mutahir.(Ansar Jaya/Marwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *