Dinkes Konsel Klarifikasi Keluhan Pelayanan UGD Puskesmas Andoolo, Sebut Ada Miss Komunikasi

Konawe Selatan195 Dilihat

KONAWE SELATAN, HarianSultra.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) memberikan klarifikasi terkait informasi dan keluhan masyarakat yang beredar di media sosial mengenai pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) BLUD UPTD Puskesmas Andoolo pada 31 Agustus 2026.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Dinas Kesehatan Konsel melakukan investigasi dan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait, termasuk menelusuri pelayanan yang diterima pasien di Puskesmas Andoolo dan RSUD Konawe Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Konsel, Nurlita Jaya AS, S.Sos., M.Kes., melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, Dr. Susman Sjarif, S.KM., M.Kes., mengatakan hasil investigasi awal menunjukkan pasien datang ke UGD Puskesmas Andoolo sekitar pukul 07.00 WITA dengan keluhan demam dan nyeri kepala.

Petugas kemudian melakukan skrining awal terhadap kondisi pasien. Berdasarkan hasil penilaian saat itu, pasien dinilai tidak menunjukkan tanda-tanda kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan melalui layanan UGD.

Atas pertimbangan tersebut, pasien diarahkan mengikuti alur pelayanan melalui pendaftaran Poli Umum. Dinas Kesehatan menyebut petugas juga mengantar pasien ke ruang pendaftaran sekaligus membantu proses pendaftaran.

“Berdasarkan hasil investigasi hasil triase/pemeriksaan awal oleh petugas tidak termasuk kategori kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan segera,” jelas Susman Sjarif dalam keterangannya.

Selanjutnya, Dinas Kesehatan Konsel menelusuri pelayanan yang diterima pasien saat berada di UGD RSUD Konawe Selatan.

Berdasarkan data pelayanan yang diperoleh, pasien mendapatkan pemeriksaan, terapi, serta observasi hingga kondisinya membaik. Setelah itu, pasien diperbolehkan melanjutkan pengobatan secara rawat jalan.

Dinas Kesehatan Konsel juga memberikan penjelasan terkait informasi yang berkembang mengenai adanya tindakan “melabrak” pasien oleh Kepala Puskesmas Andoolo.

Menurut hasil klarifikasi awal, kunjungan Kepala Puskesmas Andoolo ke RSUD Konawe Selatan dimaksudkan untuk menemui pasien yang sedang berada di UGD dalam rangka melakukan klarifikasi dan komunikasi.

Dinas Kesehatan menegaskan, kunjungan tersebut bukan dimaksudkan untuk melakukan intimidasi maupun konfrontasi terhadap pasien.

Dari hasil penelusuran Tim Dinas Kesehatan di BLUD UPTD Puskesmas Andoolo dan RSUD Konawe Selatan, ditemukan adanya miss komunikasi antara petugas dengan pasien.

“Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan mencermati adanya miss komunikasi antara petugas dengan pasien,” kata Susman Sjarif.

Ia mengatakan, setiap keluhan yang disampaikan masyarakat menjadi bahan evaluasi penting bagi Dinas Kesehatan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Karena itu, Puskesmas Andoolo diminta melakukan perbaikan dan pembinaan internal guna memastikan pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, humanis, sesuai standar, serta berorientasi pada keselamatan dan kepuasan pasien.

Dinas Kesehatan Konsel juga mengimbau seluruh pihak agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Dinas Kesehatan berkomitmen menyelesaikan permasalahan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Konsel turut menyampaikan apresiasi terhadap kritik dan masukan masyarakat sebagai bagian dari evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Konawe Selatan. (Marwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *