Tambah Libur, Sangsi Pemotongan TPP Menanti PNS Pemda Kolaka

Tambah Libur, Sangsi Pemotongan TPP Menanti PNS Pemda Kolaka

176
0
BERBAGI
Bupati Kolaka, Ahmad Safei didampingi Asisten III Ruhaedin Djamaliddin dan Kepala BKD Mujahidin sedang memeriksa absensi PNS. (Foto Sumardin HS)

Kolaka, Harian Sultra
Hari pertama masuk kantor paska libur lebaran idul fitri, Bupati Kolaka Ahmad Safei langsung melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah Satuan Kantor Perangkat Daerah (SKPD), Senin (11/07/2017).

Kegiatan Sidak kali ini, Ahmad Safei didampingi Asisten III Ruhaedin Djamaluddin, Kepala BKD Mujahidin, Kasat Pol PP Marsukad Riady dan Kabag Humas dan Protokoler Amry Jamaluddin, membidik instansi sentra pelayanan publik.

Kantor yang disambangi, dimulai dari Rumah Sakit Umum Benyamin Guluh (RSBG), Catatan Sipil dan Kependudukan, Kantor Lurah Watuliandu, Dinas Kesehatan dan berakhir di Puskesmas Kecamatan Kolaka.

Kunjuangan Ahmad Safei di RSBG tampak terlihat pasien berjubel disejumlah kamar pemeriksaan. Meski begitu, pelayanan kesehatan tetap berjalan lancar karena petugas medis telah stand by di ruangan masing – masing.

Usai memastikan pelayanan kesehatan berjalan lancar, Ahmad Safei bersama rombongan kemudian bergerak menuju Kantor Catatan Sipil dan Kepemdudukan. Ditempat ini, juga terlihat puluhan warga yang tengah antri mengurus berbagai keperluan administrasi kependudukan. Hanya saja dari testimoni Bupati Kolaka kepada warga diletahui bahwa pelayanan E- KTP sedikit molor karena server mengalami gangguan dari pusat kendali di Jakarta. Tak heran, untuk memperoleh E-KTP terpaksa harus menunggu sepekan hingga cetakan lembar E-KTP selesai.

Rombomgan pun kemudian bergeser menuju ke Kelurahan Watuliandu yang letaknya tak jauh dari kediaman pribadinya.

Suasana di kantor  Lurah Watuliandu, sedikit kontras dibanding di RSBG. Sebab hingga pukul 10.00 WITA terlihat masih lengang dari aktifitas pelayanan. Dari dalam ruangan tampak tak lebih dari lima pegawai yang baru masuk. Bahkan seorang PNS hanya terlihat menggunakan pakaian biasa. Melihat kondisi itu, raut wajah orang nomor satu di Bumi Mekongga itu sedikit terlihat kesal. Apalagi pagi itu Lurah Watuliandu baru terlihat hadir berselang 10 menit setelah rombongan berada di kantornya.

Setelah Ahmad Safei melihat buku absensi PNS, Ia kemudian melanjutkan kunjungan di Dinas Kesehatan. Di instansi yang dipimpin dr Ros, selain bupati Kolaka menanyakan kehadiran PNS, ia juga mencari informasi menganai ketersedian infrastruktur kesehatan. Mulai dari kondosi Polikdes, Pustu hingga Puskesmas se Kabupaten Kolaka. Namun dari penjelasan pihak Dinkes hinga saat ini fasilitas kesehatan dan ketersedian tenaga medis telah memadai. Sementara itu tingkat kehaditan PNS dihari pertama di Dinkes sebagian besar telah berkantor.

Selanjutnya, tim Sidak mengarah ke Puskesmas Kecamatan Kolaka yang berada di Kelurahan Lalomba. Ditempat itu, suasana pelayanan tampak berjalan normal.

Mengakhiri kunjungannya, Ahmad Safei menjelaskan bahwa kegiatan Sidak bertujuan untuk mengkroscek tingkat kehadiran PNS utamanya pada instansi pelayanan publik.

“Dihari pertama ini setelah libur lebaran idul fitri saya ingin pastikan bahwa utamanya instansi pelayanan publik berjalan seperti biasa. Dan, alhamndulillah semua berjalan lancar,” tutur Ahmad Safei.

Hanya saja, lanjut Safei, bagi PNS yang hari pertama berkantor tapi masih menambah hari libur akan diberikan teguran  hingga sangsi pemotongan Tunjungan Profesi Pegawai (TPP).

“PNS yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas tentu akan diberikan sangsi pemotongan TPP selama sepuluh hari. Ini sesuai surat edaran MenPan dan juga Pemda Kolaka telah menerbitkan surat edaran bahwa jangan ada lagi PNS yang menambah libur,” tandas Safei.

Sementara itu, Kepala BKD Kolaka, Mujahidin mengatakan dari Sidak diketahui tingkat kehadiran PNS  sekitar 90 persen.

“Kalau kita lihat berdasarkan absensi pegawai kehadiran berkisar 90 persen. Khusus yang menambah libur akan tanpa keterangan tidak diberikan  TPP selama sepuluh hari,” ujar Mujahidin. (Din)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY