Pembayaran Honor Satpol PP Terbentur SK

Pembayaran Honor Satpol PP Terbentur SK

1448
0
BERBAGI

Wakatobi, Harian Sultra

Lambatnya pencairan gaji SatPol PP yang sempat dikeluhkan 156 anggotanya ternyata terbentur  adanya SK lumsun atau yang dikenal uang makan minum para anggota berbaju abu-abu itu. Hal tersebut diungkapkan Kepala Satpol PP, Kabupaten Wakatobi, La Ode Adu kepada Harian Sultra  saat ditemui di kantornya, Sabtu (25/ 4).

Adu menjelaskan, selain SK lumsun yang menjadi hambatan, kendala lainnya adalah Pol PP yang bekerja sebagai tenaga kontrak lebih banyak dibanding nama-nama yang tercantum dalam SK sehingga dirinya mengurungkan niatnya untuk berupaya mencairkan gaji para anggota mengingat terjadinya kecemburuan diantara para anggota.

“Jadi SK tenaga yang kita usulkan pertama sebanyak 150 orang tapi yang di SK kan sebanyak 109 orang. Tidak mungkin saya akan cairkan dana yang menikmatinya hanya sebagian anggota saja, sementara yang lainnya tidak. Itu sama saja tidak adil karena dari 150 orang, 41 orang tidak akan mendapat gaji. Dengan persoalan yang ada maka kami usulkan SK yang baru berdasarkan hasil seleksi tenaga honorer. Pada saat itu SK yang diusulkan sebanyak 159 orang. Dan  pada bulan Januari kami usulkan pencairan gaji honorer namun kendala pun melanda dengan tidak ada SK lumsun. Oleh karena itu kami diarahkan untuk membuat SK lumsun di bagian hukum Pemda. Setelah itu kami usulkan lagi bulan maret, dan Insya Allah hari Senin (hari ini) atau Selasa gaji honorer sudah akan diterima sebanyak 3 bulan, ”jelas Adu.

Kata Adu, adapun besar gaji yang akan diterima oleh 159 tenaga honorer sesuai dengan tingkat pendidikannya ditambah dengan uang lumsun masing-masing anggota sebesar Rp. 300.000. Tenaga honorer yang tingkat pendidikannya SMA akan menerima sebesar Rp.400.000, Strata I akan menerima sebesar Rp. 500.000 dan strata II sebesar Rp.600.000. (P-8/dn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY