Kisruh, Hearing Dana Beasiswa DPRD Konawe

Kisruh, Hearing Dana Beasiswa DPRD Konawe

859
0
BERBAGI

Unaaha, Harian Sultra

Hearing mengenai dana beasiswa perguruan tinggi yang dikucurkan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabuapaten Konawe,Kamis(2/4),berakhir dengan kekisruhan di gedung dewan setempat. Kericuhan terjadi diawali saat mahasiswa tak terima dengan ucapan Perdinan, Kepala BPKAD.

Mulanya bendahara BPKAD tidak menghadiri hearing dan mahasiswa  hendak melampiaskan kejengkelannya dengan memukul meja.Bahkan mahasiswa menuding pihak dewan main mata dengan Kepala BPKAD Perdinan.Setelahnya,suasana tegang mulai terjadi dimana antara  mahasiswa dan anggota DPRD Komisi II teribat saling tunjuk menunjuk.Bahkan sebagian anggota dewan terlihat mulai kalap lantaran tak mampu menahan emosi,sementara legislator lainnya menonton dan geleng-geleng kepala melihat kekisruhan itu.

Pihak mahasiswa meminta Kepala BPKAD menjawab empat pertanyaan, seperti berapa besaran anggaran yang disiapkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Konawe, berapa orang mahasiswa yang disiapkan oleh pemerintah untuk mendapat bantuan dan apa nama bantuan tersebut.

“Karena kami anggap statement yang dikeluarkan oleh kepala BPKAD berbeda dengan statement yang dikeluarkan bendahara dana bantuan itu.Terus bagaimana mekanisme untuk mendapatkan bantuan tersebut,” ungkap Limran(mahasiswa) dengan nada keras sambil menunjuk usai memukul meja.

Di tengah suasana yang menegangkan Ketua Komisi II, Rusdianto lansung  menyambangi para awak media dan mengatakan, gagalnya hearing bukan karena DPRD tidak merespon aspirasi Mahasiswa, justru pihaknya selaku pimpinan komisi II juga selaku tehnis yang membidangi, menyepakati aspirasi yang mereka suarakan.

Pihaknya berkilah jika hearing hari itu sudah berjalan dengan baik , tetapi yang menjadi kekecewaan pihaknya, mahasiswa seolah tidak menghargai proses hearing yang sedang berjalan.

“Kami sudah sampaikan untuk memeberikan kesempatan kepada kepala BPKAD selaku penangung jawab tehnis terkaid permasalah pos bantuan social tersebut, dan bisa menjawab seperti apa yang mereka harapkan penjelasan dari kepala BPKAD,” ungkap Rusdianto yang juga sebagai Wakil Ketua I DPRD Konawe dengan nada kesal. (P-6/Rd).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY