Drainase Kota Kendari Sudah SPM

Drainase Kota Kendari Sudah SPM

308
0
BERBAGI
Ketgam; Drainase Mampet air meluap ke jalan raya dan menggenangi jl. DI Pandjaitan bersama rumah warga dalam beberapa jam.

Kendari, Harian Sultra

Sejumlah warga mengeluhkan genangan  air di beberapa  ruas jalan saat musim penghujan di Kota Kendari. Genangan air tersebut kerap kali mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas .

Menanggapi keluhan warga tersebut, Kepala 9999Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari  Ir. Faisal Alhapsi, yang di temui Harian Sultra  di ruang kerja beberapa waktu lalu mengatakan  jika Kota Kendari yang berhubungan  persoalan drainase  sampai  saat  ini sudah dikategorikan mencapai Satuan Pelayanan Minimal (SPM).

Mantan Kepala Bandan Penanggulangan Bencana Alam Kota Kendari ini, lebih jauh menjelaskan  apa yang dimaksud  dengan  SPM. Menurut  Faisal , yang dimaksud dengan SPM adalah apabila di musim hujan genangan air di satu titik ruas  jalan yang tergenang mencapai ketinggian  tiga puluh senti meter. Namun, jika dalam waktu kurang dari  dua  jam  genangan air tersebut sudah surut, maka  titik jalan yang tergenang sudah mencapai SPM. Meski demikian pihaknya tidak akan berhenti melakukan pembenahan.

“ Kita Lakukan P9embehanan terus meski sampai saat ini Kota Kendari lagi-lagi saya katakan menyangkut  drainase  sudah mencapai titik SPM berdasarkan peraturan kementrian” ujar  pengganti Aliyaksa ini.

Di katakanya  sal;ah satu faktor penyebab  lambanya air surut adalah masih adanya  sebahagian  Masyarakat  yang membuang  sampah di sembarang tempat terutama pada saluran drainase, sehingga jika musim hujan sampah – sampah tersebut  mengakibatkan terjadinya penyumbatan saluran  drainase.

Selaian hal tersebut diatas   lanjutnya juga masih adanya Masyarkat yang melakukan pembangun rumah maupun Ruko- ruko. Faisal juga menambahkan untuk tahun anggaran 2016, porsi anggaran lebih banyak di porsikan pada peningkatan infrastruktur terutama  perbaikan jalan- jalan protokol Kota Kendari. (wan).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY