ARAH KEBIJAKAN DINAS SOSIAL PROPINSI SULAWESI TENGGARA , MENUJU PENGGULANGAN KEMISKINAN DI...

ARAH KEBIJAKAN DINAS SOSIAL PROPINSI SULAWESI TENGGARA , MENUJU PENGGULANGAN KEMISKINAN DI SULTRA

593
0
BERBAGI
Kadis sosial Drs. Hj. Iskandar M.Si

Program pemerintah  pusat melalui Kementerian Sosial  tentang penanggulangan kemiskinan, tak terkecuali di propinsi sulawesi  Tenggara.

Sultra merupakan salah satu propinsi yang mendukung penuh program pemerintah. Salah satu Dinas yang sampai saat ini yang tidak pernah  berhenti   melakukan terobosan dalam penentasan kemiskinan  ataupun program – program laiannya yang berbasisi kemanusiaan maka tidaklah mengherangkan jika dari beberapa istansi terkait di sultra, sampai saat ini  Dinas Sosialah yang paling menonjol dalam melakukan program yang berbasis penanggulangan kemiskinan di sultra .

  Seperti halnya,  dari sekian program yang dicanangkan  Dinas  Sosial sultra yang membahi empat bidang , salah satu  di antaranya adalah  bidang perlindungan dan jaminan soisal , bidang ini  membahi tiga seksi  yaitu seksi  bantuan sosial korban bencana alam, yang mana seksi ini dimaksudkan  untuk memeberikan perlindungan  kepada korban bencana Alam ada saat pra bencana , tanggap darurat, dan pasca bencana memlalui kegiatan- kegiatan penyediaan logistik dan kendaraan operasional bencana Alam . Bentuk kegiatan yang telah dilakukan meliputih  peningkatan Sumber Daya Manusia {SDM} berupa pementapan petugas penenggulangan  bencana khususnya  relawan Taruna Siaga Bencana { Tagana} dan pembentukan Kampung siaga bencana dalam rangkah antisipasi terjadinya bencana pada weilayah- wilayah rawan bencana .

Seksi Bantuan sosial korban  bencana sosial , korban tindak kekekrasan  dan pekerja migran, ini di maksudkan bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap  korban konflik sosial atau kerusuhan sosial serta para korban kaum hawa yang mengalami tindak kekerasan  secara fisik dan mental, dan pekerja migran bermasalah, serta penyediaan logistik bencana alam.

Seksi ini melakukan kegiatan diantaranya melakukan pemetaan Daerah rawan bencana sosial , hormonisasi terhdapa Daerah rawan konflik sosial, pembentukan tenaga pelopor perdamaian sebagai ujung tombak dalam penanganan permasalahan dan potensi konflik sosial, sedangkan untuk para korban tindak kekerasan tersedianya rumah perlindungan  { Rumah Aman} bekerjasama dengan sektor terkait dalam menangani permasalahan psikososial korban tindak kekerasan dan memvberikan bantuan pemulangan bagi korban pekerja imigran berfmaslah dan orang terlantar.

Seksi jaminan sosial dan pengolahan sumber Dana  sosial, dimaksudkan untuk memberikan perlindungan berupa jaminan soisial  bagi keluarga sangat miskin yang bekerja pada sektor Informal serta mengelolah sumber  Dana sosial untuk usaha kesejahteraan sosial, kegiatannya berupa Program Keluarga Harapan { PKH} dengan melibatkan sektor pendididkan, kesehatan dan Agama.

Data  Penangan Bidang Perlindungan  Dan  Jamianan Sosial , pada Dinas Sosial Sultra.

– Pembentukan  Kampung Siaga  Bencana  [ SKB]  mitasi bencana yang berbasis Masyarakat di Enam [6] wilayah Kabupaten Kota yaitu : Kabupaten  Konawe Selatan , Kabupaten Kolaka, Kabupaten Konawe Utara, Kota Bau-Bau, Kabupaten Koinawe, Kabupaten Bombana, Kabupaten Kolaka Utara dan Kota Kendari.

– Jumalah Relawan Tagana se- Sultra sebanyak 627 orang  yang telah di latih di  Dinas Sosial propinsi maupun  pada Kementerian Sosial

– Jumlah relawan apada setiap lokasi KSB sebanyak 480 orang yang telah mendapatkan pelatihan di kolasi masing- masing Daerah .

– Bantuan prgram Keserasian sosial telah di berikan kepada 17 orang Kabupaten Kota se Sultra , barupa bantuan  tunai yang di salurkan memlalui rekening keserasian  yang ada di masing- masinh Desa / Kelurahan

–  Relawan tenaga polopor  perdamaian sebanyak 30 orang .

– Penengan terhdapa para korban  tindak kekerasan dan terhadap pekerja migran  bermasalah setiap tahunnya  sebanyak 30 orang  memlalui Dana Dekonstrasi  [ APBN} dan bantuan usaha Ekonomis Produktif  [UEP]  Melalui Dana Pusat.

– Jumlah Keluarga  Sangat Miskin  {KSM] yang tercakup dalam  program keluarga harapan sebanyak 117.721 KSM di 17 kabupaten / Kota .

– Jumlah pekerja sektor Informal yang di tangani sebenyak 15.825 orang di Delapan Kabupaten

ASURANSI kESEJAHTERAAN SOSIAL

Selain bebarapa program-program kegiatan di atas , Dinas sosial  sulawesi Tenggara  tidak ketinggalan melakukan terobosan dengan program yanmg bekerja sama dengan  pihak BPJS ketenaga kerjaan dalam hal ini pengelolaan Asuransi Kesejahteraan Sosial  [ Askesos].

 Jenis Kegiatan  yang di lakukan  adalah  melakukan Pengumpulan  sumber Dana sosial  berupa penertiban  rekomendasi penyelenggaraan Undian Grtis Berhadiah { UGB} serta pengumpulan uang dan barang serta pengawasan terhadap penyelenggara undian dan pengumpulan uang dan barang yang di lakukan oleh Penyedik Pegawai Negeri Sipil { PPNS} bidang undian .

ASKESOS  Asuransi  Bagi Pekerja sektor Informal yang Berpenghailan Rendah.

Asuransi Kesejahteraan Sosial [ Askesos] adalah   skema jamaina kesejahteraan  sosial berbasis Masyarakat secara sukarela  di prakarsai/ di gagas  yang di jalankan oleh Masyarakat , di tujukan untuk pengantian, pemeliharaan  dan peningkatan pendapatan , diamana mamfaatnya akan di terima jika pencari nafka utama keluarga sebagai peserta mengalami penurunan atau kehilangan pendapatan  akibat penyakit, kecelakaan atau kematian.

Mengapa Askesos di perlukan?

Sekitar pulahan juta orang  pekerja mandiri dan mereka yang bekerja di sektor Informal pada umumnya tidak tercakup dalam sisitem jaminan sosial yang ada . pekerjaan mereka penuh ketidak pastian dan risiko besar untuk jatuh   dan kehilangan pendapatan . Jika pencari nafkah keluarga mengalami guncangan  yang menyebabkan mereka tidak dapat bekerja  karena sakit, kecelakaan atau kematian , maka keluarganya  akan kehilangan pendapatan  dan mengalami kesulitan  memenuhi kebutuhan dasar  bahkan akan menjadi kelompok keluarga miskin baru . Untuk mencegah pekerja Informal  dari risiko  dan ketidak pastian kerja, pemerintah dan Masyarakat perlu memperkuat skema  jaminan sosial Masyarakat . Askesoso menawarkan model baru yaitu jaminan  berbasis Masyarakat yang di mediasi oleh organisasi sosial lokal nonpemerintah dalam kerangkah non profit.

Apa Mamfaat Askesos?

– Sebagai mekanisme  pengantian pendapatan, Askesos melindungi pencari nafka keluarga dari kehilangan pendapatan  karena berbagai risiko sehari – hari yang tidak diharapkan seperti penyakit, kecelakaan bahkan sampai pada kematian.

-Sebagai bentuk pemeliharaan pendapatan , Askesos  adalah  mekanisme tabungan dimana  setiap bulannya peserta harus membayar iuran atau premi kepada penyelenggara Askesos.

– Sebagai mekanisme peningkatan  pendapatan peserta  Askesos , mendorong peserta untuk memperkarsai dan megembangkan kelompok usaha  bersama sehingga mereka memperoleh pendapatan tambahan .

Siapa Yang Mengelolah Askesos?

Askesos di kelolah oleh organisasi sosial atau organisasi non pemerintah  dan no profit yang diseleksi oleh  pemerintgah pusat  dalam hal ini Departemen sosial , pemerintah Daerah , istansi/ Dinas sosial propinsi dan Kabupaten kota . Askesos dilaksanakan oleh lembaga penyelenggara Askesos dan di jalankan oleh tenaga- tenaga profesional . Lembaga penyelenggara Askesos di bina oleh pemerintah Daerah dan pemerintah pusat [ Depsos]

Persyaratan Bagi Penyelenggara Askesos?

– Memiliki legaliats hukum

– Memiliki pengsalaman dalam urusan pelayanan sosial setidaknya 3 tahun

-Memiliki Tenaga terampil dengan uraian tugas yang jelas

– Memiliki reputasi yang baik .

-Memilki transparansi dalam pengelolaan kegiatan

– Memilki fasilitas yang memadai .

– Memilki jaringan kerja yang baik dengan pemerintah , lembaga bisnis serta lembaga sosial lainnya .

Peserta Askesos adalah pencari nafkah utama dalam keluarga, berpendapatan rendah yang bekerja di sektor informal atau pekerja mandiri dengan pendapatan sekitar Rp. 300.000 perbulan , usia antara 21-60 tahun atau sudah menikah serta memilki identitas formal.{…..}

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY